Proposal Bisnis Abon


PROPOSAL
USAHA ABON DAGING SAPI & AYAM KAYA RASA

 (Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen pemasaran kelas 2 B)





DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH :
Rachnad Sholeh, SE, MM.

Oleh :

1.      Debora Christina
2.      Devi Oktavioni
3.      Dicky Akbar H
4.      Dwi Agustyas Saputri
5.      Hendik Kurniawan









UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO
FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
MOJOKERTO
2019






KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan pengerjaan proposal bisnis "ABON DAGING SAPI & AYAM KAYA RASA”. Proposal ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga proposal ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.                                                      
Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan proposal ini.
Semoga proposal ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.



BAB I

1.1  Latar Belakang

            Siapa yang tidak mengkenal abon ? abon adalah makanan yang terbuat dari daging yang disuwir atau telah dipisahkan seratnya, kemudian ditambah bumbu dan digoreng. Daging sapi  daging kerbau, daging ayam adalah daging yang umum digunakan dalam pembuatan abon. Selain terbuat dari bahan dasar daging), ada beberapa abon yang pembuatannya memakai bahan dasar dari makanan laut, seperti ikan tuna, ikan lele, ikan tongkol, belut, kepiting rajungan dan udang.
Abon biasanya dimakan sebagai lauk taburan di atas nasi, mie pangsit atau bubur ayam, atau sebagai isi lemper dan biasa pula dimakan langsung seperti memakan atau mengkonsumsi camilan (camilan). Di Indonesia, daging yang biasa digunakan untuk membuat abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon sapi'. Selain daging sapi, bahan lain yang digunakan adalah ayam, babi, ikan, Kuda, dan kambing. Di China, abon yang paling lazim adalah abon yang terbuat dari daging babi yang disebut Chousong. Sentra pembuatan abon sapi di Indonesia saat ini ada di daerah Boyolali, Solo/Surakarta, NgawiNganjukSalatigaMagelang dan beberapa daerah lain sekitarnya (sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur). Produksi abon sapi juga bisa di temui di kota Palembang dan Pontianak. Sedangkan sentra pembuatan abon dari daging babi banyak terdapat di daerah BaliSulawesi Utara, dan Sumatra Utara.

 1.2 Peluang Bisnis
Peluang untuk usaha abon daging terbilang sangat bagus dan sangat cerah. Usaha abon daging menjadi suatu pilihan usaha makanan olahan daging yang diawetkan yang menjanjikan hingga banyak orang yang tertarik menekuni usaha tersebut. Peluang usaha makanan olahan daging yang diawetkan yakni abon daging masih terbuka lebar serta sangat menguntungkan oleh siapa saja. Abon sangat di minati banyak orang karena masa kadaluarsanya sangat panjang. Di usaha kami ini memperkenalkan abon dengan banyak varian rasa namun bahan dasarnya tetap menggunakan bahan dasar sapi dan ayam. Varian rasa abon yang tersedia yaitu barbeque, sapi panggang, jagung bakar, balado, original, ayam bawang, dan rending. Dengan banyaknya varian rasa maka peluang untuk di pasarkan lebih besar dari efisien dan lebih menarik daya beli masyarakat.



BAB II

2.1 CARA PENGOLAHAN ABON
Cara membuat abon sapi dan ayam:
  1. Pertama,siapkan daging sapi atau ayam sebanyak 30kg dipotong-potong sampai menjadi tetelan daging. Lemak dan jaringan ikat dibuang dari seluruh permukaannya, lalu dipotong kecil-kecil. Setelah itu dicuci dengan air bersih sampai tidak ada kotoran maupun sisa darah yang tersisa.
  2. Daging di rendam atau di marinet dengan varian bumbu rasa 1kg dengan air 3600ml selama 2 jam.
  3. Rebus potongan-potongan daging tadi dalam air mendidih selama kurang lebih 60 menit.
  4. Setelah daging terasa empuk, kemudian suwir-suwir daging sapi itu dengan menggunaka mesin suwir daging.
  5. Haluskan bumbu-bumbu sebagai berikut sampai halus: 25g ketumbar, 125g kemiri, 350g gula merah, 150g bawang merah, 50g bawang putih, dan 200g garam dapur. Campur dan aduk sampai semuanya tercampur secara homogen, lalu tumis dengan sedikit minyak goreng dalam wajan.
  6. Masukkan santan kelapa ke dalam wajan, tambahkan ke dalamnya daging yang telah disuwir-suwir (dipisahkan dalam bentuk serat daging) dan bumbu-bumbu yang telah dipersiapkan, aduk sampai merata, lalu panaskan di atas kompor sampai kering dan tiriskan di atas.
  7. Panaskan sebanyak 0.5 liter minyak goreng dalam wajan di atas kompor dengan api sedang, masukkan ke dalamnya daging yang telah dipersiapkan sedikit demi sedikit dan goreng sampai kering dan berwarna cokelat muda.
  8. Masukkan bumbu yang kedua (varian rasa) lalu di sangria. Setelah terlihat kecoklatan dan di rasa kering angkat dan tiriskan.

2.2 KEUNGGULAN ABON
1.      Memiliki banyak varian rasa
2.      Tahan lama tanpa bahan pengawet buatan
3.      Mengandung banyak gizi
4.      Renyah, gurih dan cocok sebagai pelengkap makanan
5.      Kemasannya higienis dan ramah lingkungan


BAB III

3.1 PERINCIAN MODAL AWAL

Asumsi
·         Masa pemakaian pada : etalase selama waktu 4.5 tahun
·         Masa pemakaian pada : pisau selama waktu 2 tahun
·         Masa pemakaian pada : panci selama waktu 3 tahun
·         Masa pemakaian pada : wadah selama waktu 2 tahun
·         Masa pemakaian pada : wajan selama waktu 3.5 tahun
·         Masa pemakaian pada : spatula selama waktu 2 tahun
·         Masa pemakaian pada : kompor dan tabung gas selama waktu 4.5 tahun
·         Masa pemakaian pada : piring selama waktu 3.5 tahun
·         Masa pemakaian pada : sendok selama waktu 3.5 tahun
·         Masa pemakaian pada : loyang selama waktu 1 tahun
·         Masa pemakaian pada : meja dan kursi selama waktu 4.5 tahun
·         Masa pemakaian pada : serbet selama waktu 2 tahun
·         Masa pemakaian pada : peralatan tambahan lain selama waktu 2.5 tahun

Investasi
Peralatan
Harga
 Etalase/gerobak
 Rp.
2,127,700
 Pisau
 Rp.
43,600
 Panci
 Rp.
91,300
 Wadah
 Rp.
57,200
 Wajan
 Rp.
115,400
 Spatula
 Rp.
60,400
 Kompor dan tabung gas
 Rp.
257,900
 Piring
 Rp.
82,600
 Sendok
 Rp.
31,800
 Loyang
 Rp.
53,500
 Meja dan kursi
 Rp.
147,900
 Serbet
 Rp.
22,000
 Peralatan tambahan lain
 Rp.
65,700
 Jumlah Investasi
 Rp.
3,157,000


Biaya Operasional per Bulan
Nilai
Biaya Tetap
 Penyusutan etalase/gerobak 1/54 x Rp. 2,127,700
 Rp.
                       39,402
 Penyusutan pisau 1/24 x Rp. 43,600
 Rp.
1,817
 Penyusutan panci 1/36 x Rp. 91,300
 Rp.
2,536
 Penyusutan wadah 1/24 x Rp. 57,200
 Rp.
2,383
 Penyusutan wajan 1/42 x Rp. 115,400
 Rp.
2,748
 Penyusutan spatula 1/24 x Rp. 60,400
 Rp.
2,517
 Penyusutan kompor dan tabung gas 1/54 x Rp. 257,900
 Rp.
4,776
 Penyusutan piring 1/42 x Rp. 82,600
 Rp.
1,967
 Penyusutan sendok 1/42 x Rp. 31,800
 Rp.
757
 Penyusutan loyang 1/12 x Rp. 53,500
 Rp.
4,458
 Penyusutan meja dan kursi 1/54 x Rp. 147,900
 Rp.
12,325
 Penyusutan serbet 1/24 x Rp. 22,000
 Rp.
917
 Penyusutan peralatan tambahan lain 1/30 x Rp. 65,700
 Rp.
2,190
 Total Biaya Tetap
 Rp.
78,792
Biaya Variabel
 Daging ayam
 Rp.
25.000
 x
30
 =
 Rp.
             750.000
 Daging sapi
 Rp.
90.000
 x
30
 =
 Rp.
          2.700.000
 Garam
 Rp.
1,600
 x
30
 =
 Rp.
               48.000
 Bumbu perasa
 Rp.
 50.000
 x
30
 =
 Rp.
          1.500.000
 Minyak goreng
 Rp.
12,000
 x
10
 =
 Rp.
             120.000
 Daun jeruk
 Rp.
1,500
 x
30
 =
 Rp.
               45.000
 Serai
 Rp.
1,000
 x
30
 =
 Rp.
               30.000
 Bawang putih
 Rp.
7,500
 x
30
 =
 Rp.
             225.000
 Bawang merah
 Rp.
8,000
 x
30
 =
 Rp.
             240.000
 Cabai merah
 Rp.
10,000
 x
30
 =
 Rp.
             300.000
 Kemiri
 Rp.
4,500
 x
30
 =
 Rp.
             135.000
 Kunyit
 Rp.
1,000
 x
30
 =
 Rp.
               30.000
 Biaya promosi
 Rp.
6,900
 x
30
 =
 Rp.
             207.000
 Biaya listrik dan air
 Rp.
9,400
 x
30
 =
 Rp.
             282.000
 Biaya kemasan
 Rp.
1.500
 x
500
 =
 Rp.
             750.000
 Biaya lain-lain
 Rp.
10,000
 x
30
 =
 Rp.
             300.000
 Total Biaya Variabel
 Rp.
         5.232.000


Total Biaya Operasional
 Biaya tetap + biaya variabel =
 Rp.
        7.590.792

 
3.2 PERKIRAAN PENDAPATAN

Pendapatan per Bulan
 Penjualan rata – rata =
 50
 Bungkus
 Sapi original
 x
 Rp.
18.000
 =
 Rp.
 900.000
 200
 Bungkus
 Sapi rasa
 x
 Rp.
 22.000
 =
 Rp.
 4.400.000
 50
 Bungkus
 Ayam original
 x
 Rp.
 14.000
 =
 Rp.
 700.000
 200
 Bungkus
 Ayam rasa
 x
 Rp.
 18.000
 =
 Rp.
 3.600.000
JUMLAH
 Rp.
9.600.000

Keuntungan per Bulan
 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
 Rp.
  9.600.000
 –
   7.590.792
 =
 Rp.
2.009.208










Komentar

Postingan populer dari blog ini

UNIVERSITAS MAYJEN SUNGKONO

PROPOSAL USAHA KRUPUK SEBLAK KERING